Kemanakah

Dirimu selalu
Taburkan cahaya di benakku dan kalbuku
Meskipun takdir tak hendaki kita ‘tuk bersama
Namun ku masih menyayangmu, menantimu

Kemanakah cinta ini
Kupersembahkan tanpamu yang jujur
Mendampingiku
Ceriakanku di setiap hela nafasku

Tiadakah jalan
Yang mampu satukan kasih kita seutuhnya
Atau manusia mungkin tiada pernah ‘tuk
Mengerti yang kan terjadi
Di hadapannya

Akankah cinta selalu ada
Tanpa pelukmu yang hangat mesra
Temani tidurku
Bahagiakanku hingga akhir hidupku

Akankah cinta selalu ada
Tanpa ciummu yang halus lembut
Temani sadarkanku
Gairahkanku hingga ajal memanggilku

Iklan

Yang Terbaik Bagimu

Teringat masa kecilku
Kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu
Buatku melambung
Disisimu terngiang
Hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi
Serta harapanmu

Kau ingin ku menjadi
Yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu
Jauhkan godaan
Yang mungkin kulakukan
Dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku
Terbelenggu jatuh dan terinjak

Tuhan tolonglah sampaikan
Sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji
Tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya
Ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu

Andaikan detik itu
Kan bergulir kembali
Kurindukan suasana
Basuh jiwaku
Membahagiakan aku
Yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu
Yang pernah terlewati

Jalan Cahaya

Laksana air di gurun pasir
Sejukkan jiwa yang kehausan
Di sepanjang keruh rapuhnya dunia
Ku selalu merindukan belaiMu
Ku ingin Kau slalu bertahta dalam kalbuku

Kau hadir di setiap hela nafasku
Hangat alirkan butiran darahku
Betapa suci dan agung cintaMu
Tak sanggup nalarku memikirkanMu
Ku ingin Kau selalu bertahta dalam bathinku

Bimbinglah aku dalam pelukanMu
Jangan lepaskan lagi
Izinkanlah malaikat menjagaku dari kelamnya nafsu dunia
Bawalah aku ke jalan cahaya terang kerajaanMu
Jadikan mimpiku jelas sempurna menyatu dalam istana surga

Kemana kapalmu kan berlabuh
Disana juga kau bermuara
Kemanapun hidupmu kau arahkan
Disanalah dermaga akhirmu
Yakinlah Dia bersemayam dalam hatimu

Singgasana Cinta

Hancur luluh rasa ini
Melihatmu bercumbu
Sirna bayang indah bersamamu
Cemburu tak kesudahan
Membuatku hilang ingatan
Pikiranku ingin membunuhnya

Bisikan naluri batinku serukan hasrat milikimu
Meski nyawapun taruhannya kutekadkan dapatkanmu lagi
Biarlah tarikan nafasku menyentuh kedasar jiwamu
Biarlah langit jadi saksinya akulah singgasana cinta

Kuyakin kau masih bisa
Mencintaiku lagi
Meski kau tlah coba tuk berpaling
Demi niat suciku
Ku rela kau buat ku tersiksa
Sekedar puaskan amarahmu

Cinta Pertama

Ku tlah jatuh hati padamu
Di saat pertama berjumpa
Semerbak wangi harum bunga
Pancaran indah surga jiwamu
Anggunnya sang perawan

Aku harus milikimu
Meski begitu berat
Rintangan yang menghalang

Tuhan tolong ku inginkan cintanya
Sampaikan hasratku pada dirinya
Ku berjanji setia menjaga
Meski zaman pun berakhir
Tak kan ku khianati dirinya
Cinta yang pertama

Adakah kau merasakannya
Betapa dalamnya cintaku
Seakan tiada lagi rasa
Seindah saat ku menyanjungmu
Dalam rindu dan khayalku

Cinta Dalam Kesedihan

Tak pernah ku merasa sepi
Sesepi hari-hari ini
Kusadari ku sendiri
Melamun dalam gundahnya hati
Terhimpit kerinduan
Bercampur baur kehilangan

Tak kukira secepat ini
Jadi pesakitan cintamu
Terseret arus kekacauan
Teganya kau sudahi cintaku
Begitu menusukku
Begitu remukkan jiwaku

Kau hancurkan segala keinginanku akan dirimu
Kau membuatku terkubur mati dalam kesedihan
Ku tak sanggup musnahkan rasa yang tertuju padamu
Tuhan tolonglah jiwaku
Rintihan kepedihan batinku

Ku menangis memikirkanmu
Tersudut dinding-dinding beku
Meratapi luka perasaan
Mengharap dirimu tuk kembali
Membuka tuk diriku
Mengulang segala yang terpendam

Setingginya Nirwana

Saat kembali memelukmu
Terurai rasa yang semakin mendalam
Ku ingin dirimu masih rasakan hal sama
Cintaku setinggi-tingginya nirwana

Mungkin hatimu pertanyakan
Ada kepastian di lubuk jiwaku
Ku telah bersumpah setia berikrar denganmu
Takkan hempaskanmu yang kedua kalinya

Cinta jangan kau tinggalkan aku leburkan ke dalam kepedihan
Maafkan aku yang sempat melukaimu
Cinta kau harus ampuni aku atas s’gala tingkahku yang dulu
Tiada pantaskah ku tuk kembali memulainya

Kau bagai bintang di tengah samudera
Arahkan jiwa yang terlena akan dunia
Ampuni mata ini tak mampu melihat
Ke dalam cintamu sesungguhnya

Dirimu… slalu berikan keindahan nyata di s’luruh lini hidup
Memancarkannya