Facebook membuat RATM kalahkan Simon Cowell

Sebuah gerakan di Facebook telah membuat membuat sejarah dalam permusikan Inggris. Lagu lawas milik grup rock Rage Against the Machine (RATM) menjadi lagu nomor satu di akhir tahun 2009, mengalahkan lagu karya pemenang X-Factor yang diproduseri Simon Cowell.

Selama bertahun-tahun ini, lagu nomor satu di Inggris selalu diduduki pemenang semacam “Indonesian Idol” ini. Tahun lalu saja, pemenangnya juga juara X Factor, Alexandra Burke, dan menjadi salah satu lagu terbanyak dibeli sepanjang masa di Inggris. Tahun 2009 ini, awalnya diprediksi akan menjadi tahun kelima pemenang lomba itu akan menjadi lagu paling dicari.

Namun terbukti, lagu pemenang X Factor, Joe McElderry, harus puas menjadi nomor dua. Sebuah lagu berusia 17 tahun milik RATM, “Killing in the Name”, menyalip di tengah jalan. Dan itu dimulai oleh sebuah kampanye di Facebook “Rage Against the X Factor”.

Seperti ditulis Lyndsey Parker dari news.music.yahoo.com, adalah Jon Morter, seorang penggemar RATM, yang menjadi biang gerakan itu. Morter menggelar kampanye menghentikan “kerajaan” Simon Cowell yang mendominasi industri musik Inggris sejak lima tahun lalu, sejak Cowell menjadi juru X Factor dan pemenang dikontrak label yang dimiliki Cowell pula.

Belakangan, gerakan “Rage Against the X Factor” ini diikuti pula oleh sejumlah musisi ternama seperti Dave Grohl dari Foo Fighters, Sir Paul McCartney dan Tom Morello, gitaris RATM itu sendiri. Tujuan gerakannya sederhana: menjadikan lagu politis “Killing in the Name” menjadi lagu nomor satu di saat Natal di Inggris.

Dan gerakan itu sukses besar!

“Killing in the Name” menduduki puncak tangga lagu dengan lebih dari 500.000 kopi terjual, melampaui perolehan nomor dua, lagu McElderry, yang 450.000 kopi. Untuk pertama kali, selama lima tahun, bukan “Simon Cowell” yang mendominasi musik Inggris.

Morter, si penggagas, juga kaget dengan perolehan itu. “Ini gila, saya tak bisa mempercayainya… Benar-benar gila, semua ini. Menjadi nomor satu saat Natal adalah tak masuk akal, bukan? Ini menunjukkan jika Anda menggunakan jejaring sosial secara benar, Anda bisa melakukannya,” kata Morter.

Malam saat hasil perolehan itu dirilis, Simon Cowell langsung menghubungi Morter. Morter menegaskan, tujuan kampanye ini bukan untuk menentang Cowell. “Kami hanya muak (X Factor) selalu nomor satu setiap tahun dan kami ingin meraih kembali nomor satu saat Natal kembali,” ujar Morter.

Sementara McElderry yang kalah, jelas kecewa. Kepada sebuah majalah Inggris, dia menyatakan membenci lagu rock-rap RATM itu. “Bagaimana bisa seseorang menikmati lagu seperti ini,” ujarnya. “Saya tak akan membelinya.”

Sementara RATM sendiri berjanji akan bermain pada 2010 ini di Inggris untuk merayakan kemenangan. Perayaan kemenangan ini dijanjikan gratis. Sebuah pernyataan di ratm4xmas.co.uk pun muncul, “Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada Anda semua, kami telah mendapat £64.726 (hampir Rp 1 miliar) untuk disumbangkan pada tempat penampungan tunawisma, perbedaan yang disumbangkan pada kehidupan orang sangat menakjubkan. Kita harus merebut kembali kekuasaan. -Rage Against the Machine- Selamat Natal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s