Group Ska Shaggydog siap mendunia

Shaggydog namanya kian populer di berbagai negara di Asia maupun Eropa. Grup asal Yogyakarta ini akan melakukan serangkaian tur melanglang buana.

PERJALANAN musik band asal Yogyakarta, Shaggydog, patut menjadi contoh baik bagi musisi Indonesia. Ternyata,namanya sangat dikenal masyarakat internasional. Bahkan, tahun depan mereka sudah mempersiapkan tur ke Australia dan Eropa. Band yang digawangi Heru (vokal), Richard (gitar),Raymond (gitar), Bandizt (bas), Lilik (kibor), dan Yoyo (drum) ini menegaskan bahwa tur ke sejumlah negara di dunia ini bukan atas undangan masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri,melainkan permintaan komunitas musik negara yang bersangkutan.

Artinya,musik mereka benarbenar diterima masyarakat internasional, sama seperti Anggun dan penyanyi Tompi yang mulai merambah ke negara Prancis. ”Kita akan mulai ke Australia dulu.Rencananya pada Maret dan April 2010.Sedangkan untuk Eropa,kita akan berangkat Agustus,” ungkap Raymond. Sebetulnya, tur ke luar negeri ini bukan yang pertama kali dilakukan.

Pada 2003, salah satu perusahaan rekaman di Jepang meminta sebuah lagu mereka bertajuk Second Girl untuk dimasukkan dalam album kompilasi Asian Ska Foundation yang berisi lagu-lagu ska se-Asia. Seiring perjalanan,musik mereka masuk Eropa dan masuk dalam kompilasi album Banana Hits yang dirilis perusahaan rekaman Republik Ceko.Sukses itu dilanjutkan ketika Shaggydog ini diizinkan rekaman secara live di studio Wissellord, studio yang pernah merekam grup band besar seperti The Police, Metallica, dan Mick Jagger.

”Kita bahagia musik kita diterima masyarakat internasional.Selama ini kita bermusik tidak pernah memikirkan akan seperti ini. Kita hanya senang bermusik,”ungkap Heru. Atas apresiasi masyarakat internasional itu, mereka akan menyiapkan lagu-lagu internasional berbahasa Inggris. Selama ini, band yang berdiri sejak 1997 ini memang masih mencampur lirik lagu yang dinyanyikan.

”Masyarakat internasional ini tidak mempermasalahkan lirik. Mereka senang dengan musik yang kita tawarkan. Musik itu kan universal. Tapi ke depannya kita akan buat lagu internasional,” beber Heru. Sebelum menelurkan album berbahasa Inggris,mereka lebih dulu memperkenalkan album terbaru mereka bertajuk ”Bersinar”.

Mereka ingin masyarakat Indonesia juga bisa menerima musik mereka. Selama ini Shaggydog memang menjadi musik minoritas, bukan musik pop seperti yang banyak didengar masyarakat umum. Genrenya lebih ke ska,reggae,jazz,swing, dan rock and roll.Namun,sekarang mereka lebih berani unjuk gigi agar diterima masyarakat luas melalui album terbaru mereka yang berisi 13 buah lagu di dalamnya.

”Di album ini, kita ada kolaborasi dengan musisi Jerman. Judulnya itu Cahaya.Tapi lagu yang kita jadikan hit di Indonesia itu Cahaya,” kata Heru. Perluasan musik mereka ke mancanegara ini terjadi akibat pertemanan dengan masyarakat internasional yang sering mengunjungi Yogyakarta sebagai kota wisata. Kesempatan itu membuat Shaggydog memperkenalkan musik mereka ke wisatawan mancanegara ini.

”Kita komunikasi dengan mereka, dan banyak di antara wisatawan ini yang merekomendasikan kita ke perusahaan musik di negaranya dan itu penghargaan yang luar biasa untuk kita,” ungkap Heru. Namun, Shaggydog tidak ingin mengotak-ngotakkan para penggemarnya.

Baik di Indonesia maupun di luar negeri.”Sama saja.Kita tetap merasa dihargai. Bedanya, orang luar negeri itu kalau suka dengan musik kita langsung bilang, malah mereka langsung joget di depan kita, lebih ekspresif,” sebut Richard.(tedy achmad) koran sindo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s