Elton John tetap sokong dua anak Ukraina

Elton John bermaksud tetap menyokong kebutuhan hidup seorang anak laki-laki Ukraina dan seorang saudara lelaki anak itu, meskipun John tak diizinkan oleh pihak berwenang di negara tersebut untuk mengadopsi anak itu.

Selasa (8/12) waktu London, David Furnish, pasangan hidup John, menyampaikan maksud John tersebut kepada BBC Radio. Lanjut Furnish, ia dan John sangat kecewa karena pihak berwenang di Ukraina telah melarang mereka untuk mengadopsi Lev, seorang anak yang mereka jumpai di sebuah rumah yatim-piatu di Ukraina. Namun, mereka tetap ingin membantu kehidupan Lev.

Pihak berwenang di negara bekas bagian dari Uni Sovyet itu mengatakan pada September lalu bahwa para warga negara asing hanya diizinkan mengadopsi kalau mereka menikah. Asal tahu saja, John dan Furnish disahkan sebagai pasangan hidup di Inggris pada 2005. Tapi, Ukraina tak mengenal pernikahan sesama jenis kelamin. Selain itu, menurut pihak yang sama, John, yang berusia 62, dan Furnish, yang berumur 47, sudah terlalu tua untuk mengadopsi.

“Tak mungkin–hukum di sana tidak mendukung adopsi itu,” ucap Furnish. “Dan, kami menemukan cara untuk menyokong dari sini Lev dan saudara laki-lakinya. Mereka tetap di negara mereka dan kami hanya meyakinkan bahwa mereka mendapat yang terbaik untuk perawatan kesehatan, pendidikan, dan keluarga yang akan mengadopsi mereka,” lanjutnya.  Tambahnya, “Kami sungguh merasa kami bisa membuat perubahan besar dalam hidup kehidupan merela.”

September lalu Elton mengatakan bahwa Lev, yang ketika itu berusia 14 bulan, telah mencuri hatinya ketika ia berkunjung ke negara tersebut bersama yayasan peduli AIDS miliknya. Para orangtua sejumlah anak di rumah yatim-piatu yang didatanginya telah meninggal karena AIDS, meskipun staf di sana telah mengatakan bahwa tak akan mungkin memastikan apakah Lev positif mengidap HIV atau tidak, hingga ia  mencapai umur 18 bulan.

Furnish mengatakan pula, ia dan John akan berkampanye melawan hukum adopsi Ukraina. “Menurut saya, ada banyak hal yang mereka perlu capai sehubungan dengan adopsi dan status dari anak yang HIV poistif dan apa status adopsi mereka di negara mereka,” ujarnya.

Ini tak akan berlaku untuk Lev dan saudara laki-lakinya, “Karena kami cuma ingin mengeluarkan mereka dari rumah yatim-piatu dan dengan sebuah keluarga sesegera mungkin. Tapi, untuk anak-anak masa mendatang, mereka bisa memiliki sebuah jalan yang lebih baik dan mulus,” ujarnya lagi. sumber : kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s